FAKTOR
PRODUKSI ALAM
Faktor produksi alam adalah segala yang
disediakan alam baik langsung maupuntidak langsung dapat digunakan manusia
dalam kegiatannya memenuhi kebutuhanuntuk mencapai kemakmuran.
Faktor produksi
alam terdiri dari terdiri dari :
Udara, Iklim, Lahan, Flora dan Fauna.
Tanpa
faktor produksi alam tidak ada produk pertanian. Tanpa tanah/ lahan,
sinarmatahari, udara dan cahaya tidak ada hasil pertanian. Orang yang kurang
memahamiproses produksi pertanian menganggap faktor produksi yang tidak langka
atau tidakterbatas (unscarcity) seperti udara, cahaya adalah tidak termasuk
faktor produksi.Tanah/lahan yang bersifat langka/terbatas (scarcity) adalah
sebagai faktor produksi.Pada era sebelum Masehi tanah ini juga belum bersifat
scarcity, sama halnya denganudara dan cahaya. Air di beberapa daerah masih
bersifat unscarcity, namun di beberapadaerah sudah scarcity, karena itu
dibangun irigasi, sprinkle dan kadang-kadang harusdiciptakan hujan buatan.
Nelayan menangkap ikan di laut, perusahaan jungle log menebang kayu di
hutan.Pernahkah nelayan memberi makan ikan di laut, pernahkah penebang kayu
memberipupuk kayu di hutan?? Ikan dan kayu itu adalah termasuk fauna dan flora.
Analisisterhadap fauna dan flora sangat kurang sehingga terlupakan. Analisis
terhadap faktorunscarcity banyak disoroti oleh orang-orang dalam bidang biologi
dan lingkungan. Padazaman kehidupan manusia masih berburu, faktor lahan malah
belum penting tetapifaktor flora dan fauna sebagai faktor utama. Setelah
terjadi kehidupan menetap danmulai bercocok tanam, tanah sudah menjadi faktor
produksi penting, tetapi modal danmanajemen saat itu belum berfungsi.
Pada saat perekonomian terbuka,. Sebagian
flora diimprove, sebagian faunadidometifikasi oleh manusia untuk memperoleh
hasilyang lebih baik dan lebih banyak,sebagian lagi flora/fauna sama sekali
belum dijamah manusia.Flora/tumbuhan sebagai pabrik primer pertanian. Dia ambil
CO dari udara melaluistomata di daun (bagi flora yang berstomata), dia hisap H
O dan zat-zat kimia seperti:N,Ca, Mg, Cl, Fe dan lain-lain dari tanah.
Bahan-bahan ini dengan bantuan energisinar matahari diproses untuk menghasilkan
karbohidrat, lemak, vitamine, serat dan lain– lain yang berguna bagi manusia
dan hewan. Hanya flora di dunia ini yang mampumenghisap CO dan merubahnya ke
bahan yang berguna, bila manusia atau hewanmenghisap CO ini maka tammatlah
riwayatnya.Fauna/binatang sebagai pabrik sekunder pertanian. Ada fauna memakan
flora (jenisherbivora) ada juga memakan fauna (jenis omnivora), kemudian
menghasilkan daging,susu, telor, kulit yang berguna bagi manusia.Pada awalnya
kehidupan flora dan fauna di alam berlangsung tanpa campur tanganmanusia.
Beribu jenis flora dan fauna telah mengalami evolusi sepanjang abad diberbagai
bagian dunia yang berlainan reaksinya terhadap adanya perbedaan-perbedaandalam
penyinaran matahari, suhu, jumlah air, kelembaban, sifat tubuh tanah dan
lain-lain. Setiap jenis flora/fauna membutuhkan syarat-syarat tumbuh
tersendiri. Akhirnyaterdapatlah berbagai kombinasi tertentu flora dan fauna di
berbagai bagian di dunia ini.Pertanian timbul ketika manusia mulai
mengendalikan atau menguasai atau campurtangan dalam pertumbuhan flora/fauna,
dengan mengaturnya sedemikian rupa sehinggalebih bermanfaat. Beda antara
pertanian primitif dengan pertanian ilmiah terletak padataraf
pengendalian/pengusahaan tersebut yang telah terlaksana.
Pada pertanian yang sangat primif orang
menerima tubuh tanah, jenis tanaman/hewanseadanya. Pertanian ilmiah telah
memakai kekuatan otak untuk meningkatkan pengendalianterhadap semua faktor yang
mempengaruhi produksi tanaman/hewan. Pada tahap awaltimbulnya pertanian, faktor
lahan bersifat unscarcity, makin lama sifatnya menjadi scarcity.Tuhan hanya
sekali menciptakan lahan/tanah, manusia bertambah banyak, lahan menjadibarang
rebutan. Orang yang kuat merebut atau berkemampuan tinggi memiliki lahan
luas,orang yang lemah memiliki lahan sempit. Inilah awal dari timbulnya
ketimpangan pemilikanlahan. Tanah/lahan dalam arti sesungguhnya bukan termasuk
modal, karena tanah bukanbuatan manusia atau hasil produksi. Orang awam
menganggap tanah sebagai modal utamaatau satu-satunya modal bagi petani. Hal
ini karena tanah mempunyai fungsi ekonomi. Fungsi ekonomi dari tanah adalah:1.
Dapat diperjual belikan2. Dapat disewakan,3. Dapat dijadikan jaminan
kredit.Areal tanah di pinggiran kota atau di dekat proyek industri/pemukiman,
saat ini sudahbanyak diperjual belikan yang kemudian lahan pertanian beralih
fungsi ke lahan nonpertanian. Harga tanah per m² di lokasi tersebut cukup
tinggi dan menggiurkan,sehingga petani pemilik tanah menjualnya. Petani
menganggap lebih beruntung tanah itudijual daripada diusahakan sebagai lahan
pertanian. Bila tanah sudah beralih fungsi, makatingkat kesuburan tubuh tanah
tidak berarti lagi. Tidak ada atau sangat langka tanah/lahannon pertanian
beralih fungsi ke tanah/lahan pertanian..
Antar sesama petani juga sering terjadi
transaksi jual beli tanah yang belum beralih fungsi.Menyusul ada pula penduduk
kota membeli lahan pertanian, ini juga menambahketimpangan pemilikan lahan. Ada
petani yang dulunya memiliki lahan beberapa hektar,akhirnya dia berubah status
menjadi petani penyewa atau buruh tani. Mengapa orang kota mau membeli lahan ke
desa karena:1. Sifat berjaga-jaga.2. Sifat harga tanah makin lama makin tinggi.3.
Jumlah/luas lahan bersifat scarcity.4. Menyimpan harta, tanah tidak dapat
terbakar, mudah mengurusnya, sulit dicuri orang.5. Meningkatkan status
sosial/gengsi/ dan kesejahteraan rohaninya. Tanah dapat disewakan misalnya
dengan bagi hasil atau bentuk-bentuk lain.UUPH (Undang2 Pokok Bagi Hasil) sejak
tahun 1960 menganjurkan agar perjanjiansewa-menyewa tanah dibuat secara
tertulis agar supaya:1. Ada jaminan dalam waktu penyakapan2. Dapat ditentukan
secara tegas hak dan kewajiban pemilik dan penyewa tanah3. Pembagian hasil
bersifat adil, tidak ada pihak ditekan.
Ciri-ciri faktor produksi alam:1. tersebar
tidak merata2. jumlahnya terbatas3. kondisi alam tidak dapat dikendalikan4.
barang tersebut ada yang dapat diperbarui dan ada yang tidak dapat di Perbaharui.KEADAAN
LAHAN PERTANIAN Kondisi yang memprihatinkan tanah di Indonesia khususnya
dipulau jawa karenakondisi kandungan C-organic sudah sangat rendah, rata rata
kurang dari 2% padahalkondisi yang seharusnya adalah 5% Kondisi tanah yang
bagus terdiri dari udara 25%,Bahan Organik 5%, Air 25%, mineral 45%. Kondisi
kandungan C-organik lahanpertanian kita yang sangat rendah karena akibat dari
lahan lahan yang dikelola secaraintensif tanpa memperhatikan kelestarian
kesehatan tanah (tanpa usaha pengembalianbahan organic ke dalam tanah). Hal ini
menjadi salah satu sebab terjadinya pelandaianproduktivitas meskipun jenis dan
dosis pupuk kimia ditingkatkan, karena tanah telahmenjadi sakit. Bahan organic
tanah merupakan bagian dari tanah dan mempunyai fungsiyaitu: Meningkatkan
kesuburan tanah dan menyediakan micro hara dan factor-faktorpertumbuhan lainnya
yang biasanya tidak disediakan oleh pupuk kimia (anorganik)tanah dengan bahan
organic yang rendah, mempunyai daya daya sangga hara yangrendah, sehingga pemupukan
kurang efisien.Tanah yang subur mengandung bahanOrganic sekitar 3-5%.
Sedangan bahan organic tanah merupakan hasil
dari pelapukan sisasisa tanaman dan atau binatang yang bercampur dengan
bahanmineral lain didalam tanah pada lapisan atas tanah, yang mempunyaifungsi
yaitu:1. fisika : memperbaiki struktur tanah, memperbaiki aerasitanah,
meningkatkan daya penyangga air tanah, menekan laju erosi.2. Kimia : menyangga
dan menyediakan hara tanaman, meningkatkanefisiensi pemupukan, menetralkan
sifat racun Al dan Fe.3. Biologi : sumber energi bagi jasad renik / microba
tanah yangmampu melepaskan hara bagi tanaman.4. Bahan organic tanah merupakan
penyangga biologis tanah yangmampu menyeimbangkan hara dalam tanah dan
menyediakan harabagi tanaman secara efisien. Bahan organic adalah bahan yang
berasaldari limbah tumbuhan atau hewan atau produk sampingan sepertipupuk
kandang atau unggas pupuk hijau dll.
KONDISI LAHAN PERSAWAHAN Kondisi lahan sawah
di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan dansudah termasuk kategori sakit dan
kelelahan (sick soils and fatigue). Sekitar 70% dari lahan sawah telah memiliki
kandungan C-organik yang rendah (<2% )akibat intensifnya pemberian pupuk
anorganik dan eksploitasi yang berlebihan(input < output). Konsekuensinya
lahan tidak responsif lagi terhadap pupuk(levelling off) dan meningkatkan
organisme pengganggu tanaman (OPT).Hal ini disebabkan oleh tidak seimbangnya
input dengan output pada lahansawah (terjadi eksploitasi). Sebenarnya, produk
utama bertanam padi adalahpupuk organik berbentuk jerami (sekitar 1,5 x hasil
gabah). Hanya saja jeramisebagai pupuk organik yang sangat murah dan multi
manfaat, umumnya belumdimanfaatkan, bahkan dibakar atau diangkut untuk
keperluan lainnya.Akibatnya, output yang keluar dari lahan semakin besar sehingga
mempercepatterjadinya penurunan kesehatan lahan dan pengurasan nutrisi yang
sangatpenting untuk padi yaitu silika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saat
inidisebagian besar lahan sawah di Indonesia kandungan silikanya sudah
semakinkritis. Silika diserap tanaman padi dalam jumlah besar dan berperan
pentingdalam meningkatkan kesehatan tanaman dan ketahanan tanaman
terhadapserangan penyakit (blast) maupun hama (wereng).
Upaya pemulihan kesehatan lahan sawah dan peningkatanproduktivitas padi
dapat dilakukan dengan pengelolahan lahan sawahterpadu secara berkelanjutan
(sustainable of integrated paddy soilmanagement). Salah satu diantaranya adalah
(Intensifikasi Padi AerobTerkendali Berbasis Organik(IPAT – BO). IPAT-BO adalah
sistemproduksi holistik terpadu berbasis input lokal (kompos jerami,
pupukhayati, dan input lainnya ) dengan konsep LEISA (Low External
InputSustaibale Agriculture) dan managemen tata air, tanaman danpemupukan untuk
memanfaatkan kekuatan biologis tanaman (potensisistem perakaran dan jumlah
produktif) maupun kekuatan biologistanah atau soil biological power (kelimpahan
organisme tanahmenguntungkan). Teknologi IPAT-BO dikembangkan sejak tahun2007
oleh Tim peneliti Fakultas Pertanian Unpad bekerjasama denganKementerian Negara
Riset dan Teknologi. Adopsi IPAT-BO denganmemanfaatkan jerami (kompos jerami)
pada berbagai provinsi diIndonesia (Jabar, Banten, Jateng, Jatim, Sulsel,
Sumut, NTT, dll)hingga awal 2011, mampu menghasilkan padi 8-12
ton/ha(peningkatan hasil rata-rata berkisar 50-150%).

0 komentar:
Posting Komentar